Susah-senang Bersama Teman
Sejak terkenal, Bisma ngaku nggak ada yang berubah dari kehidupan pribadinya. Apalagi hubungan dengan teman-temannya di Bandung, nggak ada tuh yang ngecap cowok berkawat gigi ini sombong. Dia cerita, kalau lagi pulan ke kampung halamannya, suasananya kayak Lebaran gitu. “Soalnya saya pasti ramean sama temen-temen keliling rumah temen yang lain, seru deh.”
Dari dulu, Bisma memang ngerasain susah-senang sama teman-temannya ini, main musik bareng, jalan bareng, sampai nggak punya uang juga bareng. “Kalau sudah nggak punya duit, biasanya kita bikin mi instan terus makan rame-rame, ha ha ha…,” katanya. Kebiasaan itu sampai sekarang masih nggak berubah, loh.
Bandelnya Postif
Ngomongin teman, sebenarnya Bisma kayak apa sih dulu di sekolah? Cowok yang jago breakdance ini bilang kalau dia sih sebenarnya murid yang pintar biarpun agak bandel. Tapii….bandelnya masih di jalur yang positif kok, makanya dia nggak pernah punya musuh plus “terkenal” di kalangan guru sekolahnya. Pemilik nama lengkap Bisma Karisma ini juga bilang kalau dia tipe cowok yang supel sama siapa saja, jadi jangan heran kalau dia punya banyak teman.
Ada satu momen yang nggak bias dilupain Bisma pas sekolah. “Waktu ulang tahun, saya dikerjain sama teman-teman satu sekolah. Saya dipasung di tengah lapangan basket dan disiram sama berbagai macam air. Selesai disiram, saya diangkat trus diceburin ke lumpur yang ada di dekat sekolah, soalnya waktu itu baru selesai hujan. Sial! Ha ha ha….,” cerita Bisma seru.
Si Anak Mami
Keluarga jadi hal yang penting banget buat Bisma. Biar sering keluyuran ke luar rumah bareng temennya, tapi dia punya hubungan yang kuat sama ortu dan anggota keluarga yang lain. Makanya sekarang Bisma nerasa homesick banget harus berminggu-minggu nggak pulang ke rumah. Katanya sih dia kangen banget sama suasana rumahnya di Bandung.
“Saya itu dibilang anak mami, tapi karena cowok pasti suka berontak juga. Berkat sifat anak mami ini sifat berontak saya jadi terbatas, jadi seimbanglah,” ucap cowok kelahiran 27 November 1990 ini. Terbukti deh jiwa pemberontak cowok cute ini sama sekali nggak bikin dia salah pergaulan, tuh.
Malah Bisma bilang kalau keluarganya juga dekat dengan teman-temannya. Hubungan baik ini bikin dia ngerasa nyaman banget kalau lagi kumpul bareng mereka. Karena kenal sama hampir semua temannya, keluarga Bisma juga nggak pernah ngelarang cowok berkulit bening ini jalan sama mereka. “Pokoknya hubungan saya, keluarga dan sahabat hangat pisan lah,” katanya dengan logat Sunda yang kental.
Ngulik Dance
Ditanya sejak kapan belajar breakdance, salah satu jenis tarian yang jadi keahliannya, dengan bercanda Bisma menjawab, “Sejak dikandungan mama, soalnya saya lahir dengan posisi sungsang jadi kayak headstand gitu deh, he he he…,” Biar bercanda cowok ini mengaku memang sudah nge-dance sejak kecil, tuh. Ngeliat oang lain menari jadi salah satu kesenangan tersendiri buat dia.
Awalnya waktu masih kelas 6 SD, Bisma sering main games Dance Dance Revolution (DDR) dan dari sini mulai kenal berbagai gerakan dasar breakdance. Karena ditekuni banget, akhirnya dia mulai ikut berbagai lomba dance tingkat nasional. Akhirnya, setelah itu baru deh Bisma gabung ke tim breakdance di Bandung bernama Dawnsquad, dan sejak itu dia jadi tambah ahli sama jenis tarian ekstrem ini.
“Karena saya suka banget sama dunia dance, jadi semua jenis dance hip hop saya ulik. Sekarang selain breakdance, saya juga bisa dance new-style hip hop, modern, poppin’, lockin’, krumpin’, dan wackin’,” katanya. Bertahun-tahun nge-dance, Bisma bersyukur banget karena nggak pernah sampai patah tulang. Biasanya sih dia Cuma ngalamin memar, salah urat, sama luka sobek.
Biar sudah jago nge-dance, cowok yang punya binatang peliharaan monyet ini tetap excited buat belajar jenis tarian yang lain, loh. “Sampai sekarang sih saya belum kesampaian belajar tari kontemporer, jazz, sama jaipong,” kata Bisma tertawa.
Peace and Respect!
Kemunculan SM*SH di dunia music Indonesia memang jadi obrolan panas, ada yang suka tapi banyak juga yang mencela. Bisma sih nggak ngambil pusing sama omongan nggak enak yang dia dengar dan mencoba buat tetap berpikir positif. “Saya terkesan sama mereka yang nggak suka sama SM*SH, di saat kami lagi melakukan hal yang positif, mereka Cuma bisa bicara negative. Peace and respect aja lah ke sesama.”
Korban Geng Motor Brutal
Kayaknya sih cobaan pro-kontral SM*SH ini nggak ada apa-apanya dibanding musibah yang menimpa Bisma beberapa tahun lalu. Sadar nggak kalau telunjuk kiri cowok asli Bandung ini cuma setengah? Yup, dia kehilangan setengah jarinya akibat dikeroyok sama sebuah geng motor. Bisma sendiri sama sekali bukan anggota kelompok pemuda berandalan ini, tapi waktu itu bisa dibilang dia memang lagi sial saja.
“Jadi malem itu saya lagi pulang ke rumah naik motor, eh tiba-tiba langsung dikeroyok sama gerombolan geng motor yang lewat padahal saya nggak salah apa-apa. Lukanya parah banget dan saya dapat 250 jahitan si seluruh badan. Tapi yang paling parah ya telunjuk saya ini jadi tinggal setengah,” ceritanya.
Dia mengaku ikhlas sama apa yang dialaminya. Memang sih awalnya dia ngerasa shock banget sama kejadian itu, tapi Bisma bilang kalau dia belajar dari ilmu ikhlas dan sudah maafin mereka.







0 komentar:
Posting Komentar