#bisma dan para mafia#
seseampainya diasrama. morgan langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang. memejamkan matanya lalu tersenyum. #lho?? ada apa inihhh??#
“lu kenapa gan??” tanya ilham menghampiri morgan.
morgan bengun dari tidurnya ,melangkah ke arah sofa dan menyandarkan tubuhnya diatas sofa itu,
“yahh,, nih bocah mabok kali ya?” seloroh rangga yang sedang… #apa lagi kalau bukan lagi makan?#
“si morgan abis keselek buku tulis kayaknya,,,!!!” sahut dicky dengan polosnya. #admin Cuma bisa ngelus dada,, ahahaha#
“what happened whit you boy???” sapa Rafael yang baru muncul dari dapur.
setelah kekacauan pesta pertunangan Sandra beberapa waktu lalu. morgan memberanikan diri menemui ayah Sandra ,tentunya ditemani sandra.
“saya serius kok oom sama Sandra,,,” ujar morgan ditengah perbincangan.
“yang benar????”
“iya oom, “
“oke kalau gitu, kebahagian Sandra adalah kebahagiaan oom juga. walaupun perusahaan oom terancam bangkrut, tapi Sandra lebih penting.,” jelas ayah Sandra sambil memandang Sandra yang duduk disamping morgan.
“ohhh ternyata restu dari bokap Sandra yang bikin lu senyum-senyum??” sahut bisma.
ayah Sandra menyetujui hubungan Sandra dengan morgan. #yeeaaayyy sorak sorayy bergembiraaaa#.
###beberapa waktu berlalu. liburan semester tiba.
morgan diajak keluarga Sandra untuk liburan di Bali. Rangga ,reza, dicky dan ilham memutuskan untuk pelang ke bandung menemui keluarga mereka. tersisa Rafael dan bisma yang masih betah di asrama dimusim liburan begini.
“liburan lahhh biss.. bête di asrama mulu!” usul Rafael saat mereka berdua pergi ke bazar dipusat kota.
“hmm kalo ke bandung bosen, ke ancol apa lagi!! “
“monas!!!” sergah Rafael dengan semangat.
“beuhhhh!!! ank bocah banget deh ide lu !!” sergah bisma. mereka berdua berjalan-jalan, sampai matahari terbenam. kendaraan tidak ada yang melintas menuju asrama mereka berdua, jalan ditutup karena ada bazaar. mau tak mau, isma dan Rafael pulang berjalan kaki. disebuah jalan sepi, bisma merasa ada yang mengikutinya.
“tunggu dehh ..” ucap bisma tiba-tiba sambil menghetikan langkahnya.
“kenapa bis??” tanya Rafael ikut menghentikan langkahnya.
“kok kayaknya gue ngerasa kalo kita lagi di ikutin sama orang ya??”
“jangan nakutin gue lah bis!! udah ah perasaan lu aja kali..” Rafael jadi paranoid. ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ,namun tak ada siapa-siapa selain mereka. akhirnya mereka berdua memutuskan berjalan kembali dan tak menghiraukan ucapan bisma tadi.
bisma menghentikan langkahnya lagi, lalu memegang bahu Rafael.
“tunggu!! kali ini gue yakin kalo kita diikutinn!!” bisma membalikan tubuhnya dan memastikan ada yang mengikuti mereka.
“udahlah bis..Cuma perasaan lu doang!” lagi-lagi Rafael tidak percaya.
“siapapun kalian,, keluar sekarang juga!!” teriak bisma. dia yakin bahwa ada yang mengikutinya. Susana semakin aneh saat bayangan muncul dari balik sebuah gedung tua. Rafael semakin paranoid. bisma memfokuskan pandangannya ke bayangan itu. lalu.. terdengar suara langkah mendekati bisma dan rafael yang tengah berdiri mematung disana.
“kali ini gue percaya bis sama lu!!” gumam Rafael ,berdiri dibelakang bisma.
“hebattt sekali..” ujar seorang laki-laki ber-jas hitam dan berkaca mata hitam si pemilik banyangan tadi.
“papa?” gumam bisma. lalu semua anak buah sandes yang mengikuti bisma tadi, muncul dari persembunyiannya. (sandes : nama ayah bisma)
ternyata bisma telah diikuti oleh geng mafia pimpinan ayahnya sendiri sejak tadi pagi.
“insting kamu memang bagus bisma,, itu sebabnya papa mau kamu jadi penerus papa! “ ujar sandes dengan cerutu ditangannya. sandes melangkah mendekati bisma. “jadilah pemimpin mafia ,, bisma..” lanjut sandes memegang bahu bisma.
bisma tak menjawab. pandangannya lurus kedepan. tak melirik sandes sedikitpun.
“papa, ingin kamu.. menjadi mafia handal di jaringan mafia tingkat internasional..” ujarnya lagi.
“bisma gak mau..” jawab bisma datar. sandes tersenyum getir. obsesi terbesar sandes adalah membuat bisma menjadi pemimpin besar mafia.
“baiklah,, mungkin kamu Cuma butuh waktu bisma.. “
“bisma gak butuh waktu.. sampe kapan pun bisma gak akan jadi mafia,,” bisma menatap sandes tajam. wajah sandes mulai terlihat emosi. tangannya merogoh saku, seperti mengambil sesuatu.ternyata sebuah pistol. beberapa saat kemudian pistol itu sudah ada ditangan kanannya. Rafael yang menyadari kalau sandes telah bersiap menembak bisma langsung mendorong sandes hingga terjatuh. tembakan sandes meleset. seketika semua anak buah sandes mengeluarkan senjata yang telah dipersiapkan mereka masing-masing dari sakunya. semuanya membidik ke satu arah, yaitu RAFAEL.
“tunggu..! “ teriak sandes sambil berusaha untuk berdiri.
“jangan ganggu Rafael!” ancam bisma.
“tak ada yang mengganggu temanmu bisma,,,” sandes melangkah mendekati Rafael, namun bisma menahannya. sandes kembali menunjukan wajah emosi sambil menatap bisma.
bisma dan Rafael berniat melangkah pergi. namun anak buah sandes yang lain menghadang mereka.
“tanda tangani kontrak ,,lalu kamu boleh pergi..” ujar sandes. lalu seorang anak buah sandes menyerahkan sebuah map berisi kontrak pada bisma. bisma tak menghiraukan dan kembali melangkah. namun, lagi-lagi dihadang.
“minggir!” ucap bisma dingin. ucapan bisma tak dihiraukan. bisma tak suka hal-hal yang membuang waktu . “minggir …” kali ini dengan nada suara sangat kesal. lalu…
“BUKKKK!!!” bisma memukul salah seorang yang menghadangnya hingga jatuh tersungkur. perkelahian terjadi. kini bisma dan Rafael harus melawan sekitar 10 orang anak buah sandes. sandes justru melangkah pergi entah kemana.
“bisma.. lu yakin bakal ngelawan segini banyak orang??” bisik Rafael yang berdiri membelakangi bisma.
“lawan aja lah…” sahut bisma yang juga berdiri membelakangi Rafael.
satu persatu anak buah sandes maju dan melontarkan pukulan mereka ke arah bisma dan rafael. namun dengan sigap semua pukulan itu ditangkis dengan mudahnya. sesekali bisma dan Rafael terkena pukul, dan wajah mereka sedikit memar. dan perkelahian itu berakhir.
“ahhh,,, liburan begini amat si??” keluh Rafael memegangi pelipisnya yang membiru.
“setelah gue lulus bakaln lebih parah dari ini…” jawab bisma memegangi sudut bibir kanannya yang berdarah.
mereka berdua melangkah gontai menyusuri jalan yang sepi menuju asrama. dengan luka dibeberapa bagian tubuh mereka, bisma dan Rafael menahan sakitnya.
##sementara itu,,,
“apaaa???” sandes terlihat marah saat mengetahui semua ank buahnya tak ada yang bisa mengalahkan bisma dan Rafael..
“susun rencana untuk buat mereka kapok!!!!” ujar sandes sambil menghisap cerutunya.
ada lanjutannya lagi di part VII!!
BY : SM*SH FANFICT COMUNITY :)










